Kesendirian Tidak Selalu Mematikan!

Kesendirian Tidak Selalu Mematikan!

Ditulis Oleh: Anne Ahira

Rudi, banyak orang yang tidak menyukai kesendirian,
karena waktu yang dilewati terasa lebih panjang dan
melelahkan.

‘Sendiri oh sendiri’… Ternyata hal remeh ini bisa
menjadi masalah besar bagi sebagian orang!

Apakah Rudi termasuk yang demikian?🙂

Memang, kesendirian seringkali diidentikkan dengan hal
yang menakutkan, mengesalkan, bahkan menjadi simbol
kesedihan. Namun, jika kita mau membuka pikiran,
sebenarnya kesendirian itu tidak selalu mematikan!

Kesendirian bisa memiliki dua makna…

Pertama, kesendirian menyangkut fisik yang sebenarnya,
tanpa ada orang di sekitarnya. Kedua, hanya berbentuk
perasaan saja.

Bisa jadi seseorang berada di tengah keramaian, namun
merasakan kesunyian. Mungkin Rudi pernah mengalami
hal serupa, terutama ketika menemui masalah dengan
rekan kerja, sahabat, keluarga, atau pacar?🙂 dan lain
sebagainya..!

Satu hal yang perlu Rudi ingat, kesendirian dengan arti
apapun sebenarnya bukan masalah jika kita mampu
mengelolanya dengan baik, atas perasaan, sikap dan
segala situasinya.

Bagaimana kita bisa mengelola kesendirian supaya lebih
bermakna? Lakukan hal berikut :

1. Cari kesibukan dengan melakukan aktivitas positif
yang sangat Rudi sukai, misalnya dengan membaca,
menulis, olahraga, menyanyi?🙂 Apapun kesukaan
Rudi. Dengan cara ini, kesendirian akan terasa lebih
menyenangkan!

2. Kedua, ingat-ingat kembali hal-hal yang menjadi
impian Rudi dan belum sempat dilakukan. Rudi bisa
membuka agenda-agenda pribadi, foto-foto jaman
dulu, buku-buku, dan lain sebagainya.

Percaya, cara ini akan menyadarkan Rudi akan
sempitnya waktu untuk mewujudkan segalanya.
Kalau sudah begini, bukankah kesendirian itu jadi
menyenangkan?😉

3. Ketiga, buat daftar sebanyak-banyaknya tentang
keinginan yang ingin Rudi wujudkan selagi masih
hidup. Mungkin dengan cara menuliskan kembali
‘keinginan gila’ saat Rudi masih kecil? Atau mimpi-
mimpi lain yang belum terlaksanakan?

Saat itu Rudi akan sadar, ternyata banyak sekali
hal yg memerlukan kesendirian utk mewujudkannya!

4. Dan yang terakhir…. Sebenarnya ini merupakan hal
*utama* dan yang pertama yang harus Rudi lakukan…
Mendekatlah kepada Yang Maha Mencinta diri Rudi.
Kesendirian ini akan semakin menyadarkan hakekat
keberadaan Rudi di dunia.

Semakin keyakinan ini kuat, maka akan semakin
kokoh kemampuan Rudi mengarungi kehidupan,
dengan segala situasinya.

Intinya, jangan biarkan Rudi terjebak dalam kesendirian
dengan suasana ‘hati yang negatif’, membiarkannya
berlarut-larut, hingga membuat Rudi putus asa.

Kalau Rudi mau membuka mata, kita sebenarnya tidak
pernah benar-benar sendiri. Ada orang lain di sekitar
kita.

Yang jelas, pasti selalu ada orang yang bisa Rudi
jadikan teman, dan ajak bicara!

Jika Rudi mau terbuka, dalam kesendirian Rudi bisa
merenungkan banyak hal. Dalam kesendirian Rudi bisa
menemukan kedewasaan, kebijaksanaan, ide brilian,
dan memaksimalkan potensi yang Rudi miliki.

Dalam kesendirian pula Rudi bisa mengungkap
kejujuran, yang bisa jadi terkalahkan oleh sombong dan
ego yang seringkali Rudi temukan di keramaian!

Tidak bisa dipungkiri, kesendirian bisa datang kapan
saja kepada setiap orang, termasuk kepada Rudi.

Nah, jika suatu saat atau bahkan saat ini Rudi sedang
dilanda ‘kesepian’ alias merasa ‘sunyi sepi sendiri’,
Rudi harus ingat, bahwa kesendirian tidak selamanya
mematikan!

Kelola-lah perasaan Rudi dengan baik, dan buatlah
kesendirian menjadi lebih bermakna.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s