cerita avatar : the legend of aang

Ikhtisar alur cerita

Cuplikan saat Aang dan Gyatso mempelajari ilmu pengendalian udara.

Dalam serial Avatar: The Legend of Aang, setiap musim penayangan disebut dengan istilah “Buku” dan setiap episode disebut “Bab.” Setiap Buku dinamai menurut nama unsur, dan pengendalian unsur tersebut mendominasi alur cerita. Lokasi yang menjadi latar belakang cerita tersebut adalah di sebuah dunia fiksi, dimana ada ras manusia yang mampu mengendalikan unsur-unsur tertentu, dan hewan-hewan fantastis hidup dalam komunitas mereka. Latar belakang suatu tokoh dapat disaksikan dalam tayangan kilas balik yang kadangkala muncul dalam cerita.

[sunting] Latar belakang

Dalam kisah kilas balik dalam episode “The Storm,” ketika Aang masih kecil, ia tidak tahu bahwa ia sebenarnya seorang “Avatar” (inkarnasi spirit planet) ketika ia memilih empat mainan tertentu di antara ribuan mainan lainnya. Empat mainan tersebut adalah: seruling kura-kura dari tanah liat (melambangkan air), baling-baling yang digerakkan dengan benang (melambangkan udara), babi-monyet dari kayu (melambangkan tanah), dan genderang tangan dari kayu (melambangkan api).[10] Keempat mainan tersebut merupakan mainan yang sama dengan yang dipilih Avatar dari generasi sebelumnya ketika masih anak-anak. Hal ini merupakan prosedur yang sama dengan yang dilakukan oleh anak-anak Buddha di Tibet untuk menguji apakah ia merupakan reinkarnasi Tulku Lama. Menurut buku Magic and Mystery in Tibet karya Alexandra David-Néel, beberapa benda seperti misalnya jimat, peralatan upacara, buku, cangkir teh,[11] dan lain-lain ditaruh bersama-sama, dan sang anak akan mengambil benda-benda, yang mana merupakan kepunyaan Tulku terdahulu, dan hal tersebut menunjukkan bahwa ia mengenali ingatannya pada kehidupannya yang terdahulu.[12]

Aang yang membeku di dalam es. Cuplikan dari episode “the Boy in the Iceberg.”

Hidup Aang berubah setelah ia mengetahui bahwa dirinya adalah seorang Avatar yang harus mempelajari empat elemen dan membawa kedamaian di dunia. Biasanya seorang anak diberitahu bahwa ia adalah seorang Avatar ketika berusia 16 tahun, namun para rabib khawatir bahwa perang sudah di ambang pintu sehingga kehadiran Avatar dibutuhkan secepatnya untuk mengembalikan keseimbangan dunia.

Rahib Gyatso, yang mengasuh dan mendidik Aang, menginginkan agar Aang tumbuh seperti anak biasa, namun rahib lainnya tidak setuju. Mereka ingin mengirim Aang ke Kuil Udara Timur untuk mendalami ilmu sebagai seorang Avatar. Aang yang tidak siap menerima kenyataan, kabur dari rumahnya menuju kutub selatan. Ia mengendarai bison terbangnya yang bernama Appa. Di tengah perjalanan, mereka diserang badai. Aang kemudian berada dalam “keadaan Avatar.” Dengan kemampuannya mengendalikan udara, Aang membungkus dirinya bersama Appa dengan sebuah gelembung udara yang kemudian membeku menjadi bongkahan es selama seratus tahun.

Buku 1: Air

Adegan Sokka dan Katara saat bertemu dengan Aang untuk pertama kali.

Dalam episode “The Boy in the Iceberg,” dua remaja dari Suku Air Selatan yang bernama Katara – seorang pengendali air – dan kakaknya yang bernama Sokka, menemukan Aang dalam sebuah bongkahan es, kemudian mereka membebaskannya. Kemudian dari penjelasan mereka, Aang tahu bahwa selama ia menghilang, ketakutan para rahib akan terjadinya perang telah menjadi kenyataan. Bertahun-tahun selama ia kabur, Negara Api yang menjadi rumah para pengendali api, mengadakan perang menggempur tiga bangsa lainnya, yaitu Kerajaan Bumi, Suku Air, dan Pengembara Udara. Seluruh kuil udara dihancurkan, termasuk Pengembara Udara, semuanya dibantai supaya Avatar tidak bisa bereinkarnasi. Hal itu menyebabkan Aang menjadi pengendali udara terakhir di muka bumi. Merupakan kewajibannya untuk mempelajari pengendalian empat unsur, agar bisa mengalahkan Raja Api dan membawa kembali kedamaian dan keharmonisan di muka bumi. Untuk memikul tugas tersebut, Aang ditemani oleh Katara dan Sokka, bersama dengan dua hewan peliharaannya – Momo dan Appa – untuk mencari ahli pengendalian unsur-unsur dan belajar untuk menjadi seorang Avatar, dan pada saat yang sama mereka harus menghindari upaya penangkapan oleh pihak Negara Api.

Dalam kuil di sebuah pulau berbentuk bulan sabit, Aang berbicara dengan inkarnasinya yang sebelumnya, yaitu Avatar Roku. Avatar Roku memperingatkan Aang tentang komet Sozin yang kembali setiap 100 tahun sekali dan mampu melipatgandakan kekuatan pengendali api. Raja Api Sozin menggunakan kekuatan tersebut untuk melangsungkan perang seabad yang lalu, dan komet tersebut akan kembali lagi di akhir musim panas. Jika Aang tidak berhasil menaklukkan Raja Api sebelum komet itu tiba, Negara Api tak akan bisa dihentikan, dan Avatar tidak akan mampu untuk mengembalikan keseimbangan di dunia. Aang putus asa bahwa ia tidak akan mampu mempelajari semua ilmu pengendalian unsur-unsur sebelum komet tersebut tiba, namun Avatar Roku meyakinkan Aang bahwa ia akan berhasil melakukannya, seperti keberhasilan para Avatar sebelumnya.[13]

Selama berpetualang, Aang mempelajari ilmu pengendalian air dari Katara. Jika dibandingkan dengan Katara, Aang jauh lebih cepat memahami ilmu pengendalian air. Setelah mereka mencuri gulungan rahasia tentang ilmu pengendalian air dari sekelompok bajak laut, Aang dan Katara mempelajari ilmu pengendalian air bersama-sama. Untuk mempelajari jurus baru sambil mencari ahli pengendalian air, maka mereka pergi ke kutub utara, tempat Suku Air Utara berada. Disana mereka bertemu Master Pakku, ahli pengendalian air. Di saat Aang sedang mempermahir ilmu pengendalian air, armada besar di bawah pimpinan Laksamana Zhao menyerbu Suku Air Utara.

Dalam episode “Siege of the North – bagian 2″, setelah Laksamana Zhao membunuh Tui, yaitu Spirit Bulan dalam wujud ikan koi, Aang memasuki “keadaan Avatar” sambil berubah menjadi sosok raksasa bercahaya yang kemudian membantai pasukan Negara Api. Dalam wujud tersebut, ia juga menarik Laksamana Zhao ke dalam lautan sebagai balas dendam atas terbunuhnya Spirit Bulan. Namun, oleh karena pengorbanan yang dilakukan Puteri Yue, Spirit Bulan hidup kembali. Seiring dengan meninggalnya Zhao dalam gelombang lautan, pasukan Negara Api pulang, dan Suku Air Utara memulai hidup baru pascaperang. Sesudah berpamitan dengan Master Pakku, Aang dan kawan-kawannya memutuskan untuk pergi menjelajahi Kerajaan Bumi demi mencari ahli pengendalian tanah.

Buku 2: Tanah

Aang mempelajari ilmu pengendalian tanah dari Toph.

Dalam serial Avatar di musim kedua, Aang dan kawan-kawannya menjelajahi Kerajaan Bumi dan tiba di kota Gaoling. Di sana, mereka bertemu dengan kawan baru yang bernama Toph, seorang ahli pengendalian tanah. Di bawah asuhan Toph, Aang mampu menjadi seorang ahli pengendali tanah hanya dalam waktu yang singkat. Kemahirannya tampak berkembang pesat dalam episode “The Drill” sampai “Crossroads of Destiny.”

Dalam episode “The Library”, Aang dan kawan-kawannya mengetahui kelemahan Negara Api, dan mereka berencana untuk memberitahukan hal tersebut kepada Raja Bumi di kota Ba Sing Se dengan harapan agar Negara Api dapat ditaklukkan saat lengah. Dalam episode yang sama, Aang kehilangan bison terbangnya, yaitu Appa. Hal itu telah membuat Aang larut dalam kesedihan dan menjadi ganas, seperti yang ditayangkan dalam episode “The Desert”, namun oleh karena kelembutan hati Katara, perasaan Aang yang bergejolak dapat ditenangkan. Aang dan kawan-kawannya melanjutkan perjalanan mereka ke Ba Sing Se seraya mencari Appa.

Dalam episode “Lake Laogai,” atas bantuan diam-diam dari Zuko,[14] Aang bertemu kembali dengan bison terbangnya. Dengan mengendarainya, Aang dan Tim Avatar menerobos istana Kerajaan Bumi untuk menemui Raja Bumi. Setelah berhasil berunding dengan Sang Raja, mereka berencana untuk menyerang Negara Api saat gerhana matahari muncul. Namun, saat mereka sedang menyiapkan strategi perang, musuh dari Negara Api, yaitu Azula dan kawan-kawannya, datang menyamar sebagai Prajurit Kyoshi dengan tujuan melancarkan kudeta sehingga Kerajaan Bumi jatuh ke tangan Negara Api. Setelah pengkhianatan yang dilakukan oleh polisi rahasia Kerajaan Bumi, serta setelah Aang pingsan dalam pertempuran yang sengit, kota pertahanan Kerajaan Bumi, yaitu kota Ba Sing Se, jatuh ke tangan Negara Api. Jatuhnya kota tersebut mengakibatkan seluruh pertahan Kerajaan Bumi menjadi lumpuh. Dalam keadaan sekarat, Aang dan Tim Avatar, beserta Raja Bumi Kuei, terbang mengendarai Appa untuk meninggalkan Kerajaan Bumi.

Buku 3: Api

Aang menyamar sebagai murid sekolah.

Dalam serial Avatar di musim ketiga, pada episode pertama, ditayangkan bahwa Aang baru saja bangun dari tidur panjangnya, dengan rambut baru. Saat ia bangun, ia menyadari bahwa dirinya berada di atas kapal Negara Api yang sedang berlayar. Setelah mendapat penjelasan, ia tahu bahwa Katara, Sokka, Toph, Bato, Hakoda dan kawan-kawannya sedang dalam penyamaran menuju Negara Api, dengan mengendarai kapal yang telah mereka rampas. Dan setelah pingsannya Aang di Ba Sing Se, banyak yang mengira bahwa Sang Avatar telah tiada. Dengan saran dari teman-temannya, Aang menutupi identitas dirinya sampai masa penyerangan ke Negara Api tiba.

Dalam episode “The Avatar and Firelord”, saat Aang tidur, Avatar Roku muncul di mimpinya dan memberitahu Aang sesuatu yang mengejutkan baginya, yaitu persahabatan antara Roku dan Raja Api Sozin. Dalam mimpinya, Aang mengetahui masa lalu Roku, dan ia sadar bahwa seorang sahabat mampu menjadi sangat baik, maupun sangat jahat, seperti yang terjadi antara Roku dan Sozin. Dalam episode “Nightmares and Daydreams”, Aang mengalami mimpi buruk karena ketidaksiapannya untuk menghadapi perang yang akan terjadi. Oleh karena kenyamanan yang disiapkan oleh teman-temannya, Aang dapat tidur dengan nyenyak.

Adegan Aang melakukan penyerangan ke Negara Api untuk menghadapi Raja Api Ozai. Dalam episode tersebut, Aang tampil dengan kostum baru.

Ketika penyerbuan ke Negara Api dimulai, Aang mencukur rambutnya dan menggunakan tongkat baru yang telah disiapkan oleh salah satu temannya. Bersama pasukan Suku Air Selatan, ia menyerbu ibukota Negara Api, namun ketika Aang mencari-cari Raja Api Ozai, ia hanya menemukan Azula, sedangkan Raja Api Ozai berada dalam persembunyiannya. Karena dibantu oleh para Dai Li, Azula berhasil kabur, sehingga Aang gagal melaksanakan tujuannya dalam penyerangan tersebut. Aang dan Tim Avatar mengungsi ke Kuil Udara Barat bersama dengan para pelarian dari Negara Api.

Dalam episode “The Western Air Temple”, Katara menyarankan agar Aang segera mencari guru pengendalian api yaitu Jeong Jeong, namun Aang menolak karena dibayang-bayangi kecelakaan di masa lalu. Zuko menawarkan diri untuk melatih Aang, namun Tim Avatar menolak karena Zuko pernah mengirim Manusia Pembakar untuk membunuh mereka. Hanya beberapa orang yang mengetahui kejujuran Zuko, yaitu Toph dan Appa. Karena kecewa, Zuko pergi. Toph yang mengetahui kejujuran Zuko berusaha meyakinkan Tim Avatar untuk menerima Zuko sebagai bagian dari kelompok mereka. Setelah Zuko menunjukkan tindakan yang baik, akhirnya Aang memberi kesempatan sehingga Zuko menjadi bagian dari kelompoknya. Dalam episode “The Firebending Masters”, ketika Zuko mengajari Aang pengendalian api, ia sadar bahwa kekuatannya telah melemah. Atas saran dari Toph, mereka mengunjungi Reruntuhan bangunan Prajurit Matahari untuk mencari pengendali api pertama, yaitu para naga. Di Reruntuhan tersebut, mereka menemukan sebuah kota dengan kebudayaannya yang masih terjaga, serta dua naga terakhir yang masih ada di muka bumi. Dengan meniru kearifan para naga, Aang dan Zuko berlatih ilmu pengendalian api bersama-sama, dan mereka mempelajari jurus rahasia, yaitu “Tarian Naga”.

Dalam serial Avatar musim ketiga, Aang mempelajari pengendalian api dari naga yang masih tersisa di muka bumi, tinggal di Reruntuhan Prajurit Matahari.

Dalam episode akhir, Aang bingung menentukan apakah Raja Api harus dibunuh atau tidak. Kemudian Aang menemui empat Avatar pendahulunya. Keempat Avatar meminta Aang membunuh Raja Api untuk menghentikan perang dan membawa kedamaian di dunia. Kemudian, Aang bertemu dengan kura-kura raksasa. Kura-kura tersebut mengatakan sebuah kemampuan yang hanya dimiliki seorang Avatar, yaitu menghilangkan kemampuan seseorang dalam mengendalikan unsur. Setelah menerima nasihat dan mempelajari jurus baru dari sang kura-kura, Aang pergi menghadapi Raja Api. Dalam situasi yang terpojok, Aang secara tidak sengaja membuka cakra ketujuhnya dan memasuki “keadaan Avatar.” Ia menghilangkan kemampuan Raja Api dengan kekuatan yang diberikan oleh kura-kura sehingga sang raja tidak mampu mengendalikan api lagi. Raja Api menyerah, dan setelah itu, Zuko diangkat menjadi raja.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s